Teori Konpensasi

By | November 20, 2017

Teori Konpensasi

Kompensasi atau compensation meliputi imbalan finansial dan non-finansial serta tunjangan yang diberikan oleh perusahaan kepada pegawai sebagai bagian dari hubungan kepegawaian. kompensasi merupakan kontribusinya kepada perusahaan atau organisasi untuk pegawai. Semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung, atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan itu dinamakan kompensasi. Kompensasi yang dikelola dengan baik atau dilaksanakan sebagaimana mestinya dalam jangka panjang dapat menjadi alat yang efektif bagi peningkatan semangat kerja pegawai.

Menurut Sopiah (2013:79) menyatakan bahwa sistem kompensasi juga memiliki potensi sebagai salah satu cara yang paling penting dari mempengaruhi tingkat kepuasan dan bentuk perilaku. Namun, banyak organisasi mengabaikan potensial dengan persepsi bahwa kompensasi tidak lebih dari biaya yang harus diminimalkan. Tanpa disadari beberapa organisasi yang mengabaikan potensi penting dan memiliki persepsi keliru menempatkan sistem tepat sebagai sarana meningkatkan perilaku tidak produktif atau kontra-produktif. Menghasilkan sejumlah masalah pribadi seperti motivasi menurun, kepuasan kerja rendah, kinerja karyawan menurun, penurunan disiplin kerja, giliran tinggi lebih, tidak bertanggung jawab diyakini berasal dari sistem kompensasi yang tidak proporsional. Namun, pada dasarnya, bahwa setiap orang atau individu yang memiliki pandangan atau perasaan kepuasan berbeda. Pada setiap tingkat dari posisi atau jabatan individu juga memiliki pandangan yang berbeda dan perasaan terhadap kepuasan kerja juga berbeda.

Rivai (2005:123-124) menyatakan bahwa kompensasi terdiri dari kompensasi langsung dan tidak langsung: Pertama, Kompensasi langsung, terdiri dari: 1. Gaji pokok yang merupakan kompensasi dasar yang diterima seorang karyawan biasanya berupa upah atau gaji. Gaji merupakan imbalan finansial langsung yang dibayarkan kepada pegawai secara teratur. Sedangkan upah adalah imbalan finansial langsung yang diberikan kepada karyawan berdasarkan jam kerja, jumlah barang yang dihasilkan atau banyaknya pelayanan yang diberikan. 2. Penghasilan tidak tetap merupakan jenis kompensasi yang dihubungkan dengan kinerja individual, tim, atau dengan suatu organisasional. Contoh dari penghasilan tidak tetap: Bonus (merupakan pembayaran ekstra tepat waktu diakhir periode, dimana akan dilakukan penilaian kinerja pekerjaan), Komisi (merupakan sebuah kompensasi untuk mencapai target penjualan tertentu), Insentif (merupakan imbalan langsung yang dibayarkan kepada pegawai karena kinerjanya melebihi standar yang telah ditentukan).

Kedua, Kompensasi tidak langsung, diantaranya: 1. Tunjangan karyawan, yaitu Tambahan hak istimewa selain pembayaran kompensasi seperti pembayaran tidak masuk kantor (pelatihan, cuti kerja, sakit, liburan hari merah, acara pribadi, masa istirahat, asuransi kesehatan, dan program pension) 2. Tunjangan jabatan, yaitu Tambahan hak istimewa selain pembayaran kompensasi dan tunjangan karyawan.

Pemberian kompensasi sangat penting bagi pegawai, karena besar kecilnya kompensasi merupakan ukuran terhadap prestasi kerja pegawai, maka apabila sistem kompensasi yang diberikan perusahaan cukup adil untuk pegawai, akan mendorong pegawai untuk lebih baik dalam melakukan pekerjaannya dan lebih bertanggung jawab atas masing-masing tugas yang diberikan perusahaan. Tujuan kompensasi dilakukan perusahaan antara lain untuk menghargai prestasi pegawai, menjamin keadilan diantara pegawai, mempertahankan pegawai, memperoleh pegawai yang lebih bermutu, dan sistem kompensasi haruslah dapat memotivasi para pegawai. Adapun Indikator kompensasi pegawai menurut Simamora (2006:77) dapat dilihat dengan empat dimensi:

1. Gaji yang adil sesuai dengan pekerjaan
2. Insentif yang sesuai dengan pengorbanan
3. Tunjangan yang sesuai dengan harapan
4. Fasilitas yang memadai

Bagikan kepada teman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *