Contoh Tesis Perencanaan kota dan Daerah

By | February 24, 2013

Kami menyediakan Berbagai macam judul-judul Referensi baik Skripsi, Tesis Maupun Disertasi yang dapat anda gunakan untuk penyusunan tugas akhir anda baik skripsi, tesis atau disertasi. Dan “Kami menyedikan produk layanan konsultasi, Jasa pembuatan Skripsi, Tesis dan Disertasi serta Olah Data berbagai bidang. : Informasi lebih lanjut ( Konsultasi, Bimbingan & Jasa Pembuatan Skripsi, Tesis & Disertasi – Olah Data Hub Customer Services”

Contoh tesis perencanaan kota dan daerah Kode Y (HARDCOPY).


  1. ANALISIS TRANSFORMASI SPASIAL KOTA KUDUS (2002)
  2. STUDI PERKEMBANGAN KAWASAN PERDAGANGAN KOTA: KASUS KOTA PURWOKERTO, KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BANYUMAS, PROINSI JAWA TENGAH (2000)
  3. PENGARUH PERKEMBANGAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP STRUKTUR TATA RUANG KOTA CIREBON (2000)
  4. KAJIAN FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN PILIHAN LOKASI LAHAN/TANAH. (STUDI KASUS DI RING ROAD UTARA KOTA YOGYAKARTA) (2001)
  5. INTERAKSI ANTARA TRANSPORTASI DARAT DENGAN PERUBAHAN GUNA LAHAN KOTA. (STUDI KASUS KOTA MAGELANG) (2001)
  6. PERKEMBANGAN FISIK KOTA PURWOKERTO TAHUN 1990 – 2000 (2001)
  7. KAJIAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN KOTA (STUDI KASUS KAWASAN SUKARNO HATTA DAN BERINGIN KOTA MADYA MAGELANG) (1996)
  8. PENGARUH PEMBANGUNAN PERUMAHAN TERHADAP PERKEMBANGAN KOTA PURWOKERTO (2001)
  9. PENGARUH PERKEMBANGAN PENGGUNAN LAHAN TERHADAP STRUKTUR TATA RUANG KOTA CIREBON (2000)
  10. PENGARUH PEMBANGUNAN PERUMAHAN RS/RSS TERHADAP STRUKTUR RUANG KOTA PALANGKARAYA (2002)
  11. KAJIAN EMPIRIK RUANG TERBUKA HIJAU KOTA YOGYAKARTA (STUDI KASUS KAMPUS UGM YOGYAKARTA) (2002)
  12. KAJIAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI SEKITAR JALAN ARTERI LINGKAR BARAT PALEMBAN (2001)
  13. EVALUASI KINERJA PEMERINTAH KECAMATAN DALAM KOORDINASI PENYUSUNAN USULAN PROGRAM DAN PROYEK PEMBANGUNAN (STUDI KASUS PELAKSANAAN FORUM DISKUSI UDKP KECAMATAN FAK-FAK DAN TELUK ARGUNI KABUPATEN DAERAH TINGKAT II FAK-FAK (2000)
  14. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERHADAP KUALITAS RENCANA PEMBANGUNAN TAHUNAN DAERAH (STUDI KASUS KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BONE DAN MAROS) (1996)
  15. PERILAKU PEMILIHAN LOKASI PARKIR STUDI KASUS KAWASAN MALIOBORO YOGYAKARTA (1997)
  16. FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KUALITAS RENCANA PEMBANGAUNAN TAHUNAN DAERAH (STUDI KASUS KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BONE DAN MAROS) (1996)
  17. PENGARUH PARIWISATA TERHADAP POLA TATA RUANG PERUMAHAN TRADISIONAL BALI (STUDI KASUS KAWASAN WISATA KUTA) (1988)
  18. PROPOSAL PENGARUH INTERAKSI DESA KOTA TERHADAP TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KABUPATEN KUTAI KERTANEGARA
  19. INSTITUSI ADAT DALAM PENGELOLAAN EKOSISTEM SUMBER DAYA ALAM WILAYAH PESISIR, LAUT DAN PULAU-PULAU KECIL (2003)
  20. PERAN KOTA KECIL TERHADAP PERKEMBANGAN DAERAH BELAKANGNYA (HINTERLAND). STUDI KASUS DI KABUPATEN KARANGANYAR (2004)
  21. KAJIAN DUKUNGAN PEMERINTAH DAERAH TERHADAP KERJA SAMA PENGELOLAAN SARANA PRASARANA (2004)
  22. KETERKAITAN ANTARA PENGEMBANGAN OBYEK WISATA PULAU KUMALA KABUPATEN KERTANEGARA DENGAN MASYARAKAT SEKITAR (2004)
  23. ANALISIS PERAN STAKEHOLDERS DALAM MODEL PERENCANAAN MPBM DI KOTA MATARAM (2003)
  24. ANALISIS PERGERAKAN SPATIAL PENDUDUK (KASUS DESA TRANSMIGRASI BATU SIBUNG DAN DESA NON TRANSMIGRASI TANGKUM BATUAH KABUPATEN BARITO TIMUR (2004)
  25. ANALISIS BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN FISIK KOTA SLEMAN (1996)
  26. PEMANFAATAN TANAH KAS DESA (STUDI KASUS DESA CATUR TUNGGAL KECAMATAN DEPOK KABUPATEN SLEMAN) (2003)
  27. PERANAN STAKEHOLDERS DALAM PROSES PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG KAWASAN IBU KOTA KABUPATEN SOLOK (2003)
  28. STUDI PROSES PENYUSUNAN RENCANA STRATEGIS DAN PERSEPSI STAKEHOLDERS (KASUS PROSES PENYUSUNAN RENCANA STRATEGIS KABUPATEN BENGKULU SELATAN TAHUN 2001 – 2005) (2003)
  29. ANALISIS POLA PERGERAKAN SPATIAL PENDUDUK (KASUS DESA TRANSMIGRASI BATU SIBUNG DAN DESA NON TRANSMIGRASI TANGKUM BATUAH KABUPATEN BARITO TIMUR) (2004)
  30. PERANAN STAKEHOLDERS DALAM PROSES PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG KAWASAN IBU KOTA KABUPATEN SOLOK (2003)
  31. PENGARUH FAKTOR SOSIAL KULTURAL MASYARAKAT TERHADAP PERKEMBANGAN RUANG KOTA (KASUS KOTA KECAMATAN KABUPATEN MUSI RANCUASAM 1990-2000) (2002)
  32. PROSPEK PENGEMBANGAN KOTA BUNTOK SEBAGAI IBUKOTA KABUPATEN DATI II BARITO SELATAN (2002)
  33. KARAKTERISTIK PEMUKIMAN PERAMBAH KAWASAN HUTAN DI KECAMATAN LEMPUNG KABUPATEN OGAN KOMERING LOR (2005)
  34. ANALISIS SPASIAL DAN EKONOMI PELAYANAN PASAR SENTRAL RAH TERHADAP WILAYAH SEKITARNYA (2005)
  35. PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KECAMATAN DAN KELURAHAN DI KECAMATAN PO DAN KENDARI (2005)
  36. EFEKTIVITAS KINERJA BADAN KESWADAYAAN MASYARAKAT (BKM) SEBAGAI INSTITUSI PERENCANAAN DALAM P2KP DI KABUPATEN SLEMAN (2005)
  37. PERSPEKSI STAKEHOLDERS TERHADAP RENCANA STRATEGIS KABUPATEN OKH 2001-2005 (2005)
  38. EVALUASI KEBIJAKAN KAPET STUDI TENTANG PENETAPAN PELUANG DAN TANTANGAN KAWASAN ANDALAN BIAH (1998)
  39. PENGARUH KAWASAN PERUMAHAN TERHADAP WILAYAH DI SEKITARNYA (STUDI KASUS PERUMNAS DAN PERUMAHAN IDAMAN PERMAI AIR BANG KOTA CURUP) (2001)
  40. EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PADA PROYEK INPRES PENINGKATAN JALAN DI KABUPATEN BANJAR (2001)
  41. STUDI PERBANDINGAN ANTARA KOTA PADANG PANJANG DAN KOTA ADMINISTRATIF KLATEN DARI PERSPEKTIF PENENTUAN STATUS (STUDI KASUS KOTA PADANG PANJANG DI SUMBAR DAN KOTA KLATEN DI JATENG) (2001)
  42. PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM BERBASIS MASYARAKAT LOKAL DI KAMPUNG YOTA TEPI DANAU SENTANI
  43. STUDI PEMBENTUKAN KLUSTER CULTURAL PRODUCT INDUSTRIE DI KOTAGEDE (2006)
  44. STUDI KESESUAIAN LAHAN BAGI ALTERNATIF PENGEMBANGAN KAWASAN KOTA BARU DRIYOREJO JAWA TIMUR (1989)
  45. STUDI KELAYAKAN RENCANA INVESTASI PEMBANGUNAN KAWASAN BARU BURING SAKLIT DI KOTAMADYA MALANG (1992)
  46. PERAN DAN KONSTRIBUSI MODAL SOSIAL DALAM PEMBANGUNAN PERUMAHAN MASYARAKAT MISKIN (STUDI KASUS PEMBANGUNAN PERUMAHAN KELUARGA MISKIN NON PENGUNGSI DI DESA POSO KEC. TELUK AMBON BENGUALA KOTA AMBON) (2006)
  47. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN INDUSTRI KERAJINAN GERABAH KASONGAN (2002)
  48. KARAKTERISTIK PEMUKIMAN PERAMBAH KAWASAN HUTAN DI KEC. LEMPUNG KAB. OGAN KOMERING (2005)
  49. IMPLEMENTASI FUNGSI EVALUASI BAPPEDA (STUDI KASUS DI KOTAMADYA DATI II JAMBI) (1996)
  50. SISTEM PENGELOLAAN WILAYAH HUTAN PRODUKSI DALAM KONSEP LEMBAGA MASYARAKT ADAT PAPUA (STUDI KASUS HUTAN PRODUKSI DI DAERAH ASMAT DISTRIK AKAT KAB. MERAUKE) (2006)
  51. KERUSAKAN DAN PELESTARIAN HUTAN DI KEC. KEI KECIL KAB. MALUKU TENGGARA PROPINSI MALUKU (2003)
  52. KONFLIK KEGIATAN PENAMBANGAN BAHAN GALIAN GOLONGAN C DI KAB. BIMA (2006)
  53. EVALUASI IBUKOTA KABUPATEN BERDASARKAN KAJIAN LOKASI TERHADAP KEC RAYA SEBAGAI IBUKOTA KAB. SIMALUNGUN YANG BARU (2006)
  54. PROFIL SEBARAN MERKURI DI DAERAH PENAMBANGAN EMAS KEC. MALIFUT, KAB HALMAHERA UTARA MALUKU UTARA (2008)
  55. KAJIAN LOKASI KECAMATAN RAYA SEBAGAI IBUKOTA KAB SIMALUNGUN (2006)
  56. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KETIDAK EFEKTIFAN TERMINAL INDUK NATAI SUKA DI PANGKALAN BUN KAB KOTA WARINGIN BARAT KALIMANTAN TENGAH (2002)
  57. KAJIAN PROGRAM PENGELOLAAN AIR LIMBAH PERKOTAAN [STUDI KASUS PENGELOLAAN IPAL MARGASARI BALIK PAPAN] (2003)
  58. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN LOKASI PARKIR PADA PUSAT-PUSAT WISATA. KASUS KEC. SUKAWATI KAB. GIANYAR BALI (2002)
  59. PENAMBANGAN PASIR LAUT DI KAB SERANG [STUDI KASUS ; PANAMBANGAN PASIR LAUT DI PERAIRAN DESA LONTAR KEC. TIRTAYASA] (2008)
  60. PERSEPSI NELAYAN TERHADAP POTENSI DAMPAK REKLAMASI PANTAI UTARA JAKARTA (2008)
  61. RESPON STAKEHOLDERS DALAM PENENTUAN KECAMATAN WOHA SEBAGAI IBU KOTA KABUPATEN BIMA (2008)
  62. KAJIAN PENGELOLAAN TAMAN HUTAN RAYA SULTAN SYARIF HASYIM DI PROP. RIAU SEBELUM DAN SESUDAH OTONOMI DAERAH (2008)
  63. ARAHAN RANCANGAN TATA VEGETASI PADA RUANG JALAN [STUDI KASUS PENGGAL JALAN MALIOBORO JOGJAKARTA] (2007)
  64. EVALUASI IMPLEMENTASI PROGRAM MARINE & COASTRAL RESOURCES MANAGEMENT (MORM) DI KAB TIMUR TENGAH UTARA (2008)
  65. KARAKTERISTIK SPESIAL PEDAGANG KAKI LIMA DI KAWASAN PUSAT KOTA BANDUNG (2008)
  66. SEBARAN MUTU PENDIDIKAN MENENGAH TINGKAT ATAS DALAM PENERAPAN RENSTRA DINAS PENDIDIKAN KAB GUNUNG KIDUL (2008)
  67. EVEKTIVITAS IMPLEMENTASI IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN (IMB) SEBAGAI INSTRUMEN PENGENDALIAN PEMANFAATAN JALAN KOTA DI KOTA BANTUL (2008)
  68. HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI PENGHUNI DENGAN KONDISI FISIK PERUMAHAN NELAYAN DI JUWANA KAB PATI (2007)
  69. HUBUNGAN AKSESIBILITAS DENGAN SEBARAN SMPN DI KAB BANTUL & SLEMAN (2008)
  70. PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP RENCANA PEMBANGUNAN JALAN LINGKAR KOTA METRO PROPINSI LAMPUNG (2008)
  71. PERAN KADER KESEHATAN & TOKOH MASYARAKAT DALAM KEBERHASILAN PROGRAM JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN MASYARAKAT (JPKM) DI KAB. PURBALINGGA JATA TENGAH THN. 2008 (2009)
  72. IMPLIKASI PERUBAHAN SOSIAL PADA POLA RUANG SOSIAL KOTA YOGYAKARTA “KASUS PENGAMATAN TERHADAP POLA PERMUKIMAN” (1987)
  73. PERILAKU ADAPTIF MASYARAKAT TERHADAP SETING LINGKUNGAN DAERAH BAHAYA TSUNAMI DI KOTA BANDA ACEH (2008)
  74. RESPON MASYARAKAT TERHADAP ANCAMAN BAHAYA TSUNAMI DI KOTA BANCA ACEH [KASUS DESA VLEE MEVE KEC. MAURAXA KOTA BANDA ACEH] (2009)
  75. EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PAKET C DI KOTA YOGYAKARTA (2008)
  76. DAMPAK KEBIJAKAN KUOTA PENERIMAAN SISWA BARU KOTA YOGYAKARTA TERHADAP KUALITAS INPUT SISWA (2008)
  77. PROGRAM KAMPUNG SIAGA DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT KOTA CIREBON (2008)
  78. RESPON PENGHUNI PERUMAHAN SEDERHANA TERHADAP PENYEDIAAN PRASARANA DAN LAYANAN TRANSPORTASI [STUDI KASUS BEBERAPA KAWASAN PERUMAHAN DI KOTA PEKANBARU] (2008)
  79. INTENSIFIKASI LAHAN & PENDEKATAN KONSEP SUPER BLOK MELALUI MEKANISME PEREMAJAAN KOTA DI PUSAT KOTA [KASUS STUDI KAWASAN BRAGA DI PUSAT KOTA BANDUNG] (1996)
  80. KAJIAN PERUBAHAN PEMANFAATAN LAHAN DI KIRI KANAN DI SEPANJANG JALAN ARTERI ANTARA KOTA BANJARMASIN & KOTA BANJAR BARU
  81. EVALUASI PROGRAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA HUTAN BERSAMA MASYARAKAT [STUDI KASUS DI KEC TANGEN KAB SRAGEN] (2005)
  82. PERSEPSI MASYARAKAT PEMUKIMAN TERHADAP PEMUKIMAN PENGUNGSI DI LHONGRAYA KEC. BANDA ACEH RAYA KOTA BANDA ACEH (2006)
  83. EVALUASI LOKASI PASAR RAWABANGUN SEBAGAI TEMPAT RELOKASI PEDAGANG KAKI LIMA [STUDI KASUS PASAR RAWAMANGUN KAB SANGGAU PROP KALIMANTAN BARAT] (2005)
  84. PERSEPSI PETANI RUMPUT TERHADAP PENERAPAN TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI DI YOGYAKARTA (2006)
  85. STRATEGI ADAPTASI MASYARAKAT NELAYAN TERHADAP LINGKUNGAN PEMUKIMAN [STUDI KASUS PEMUKIMAN NELAYAN WURING KELURAHAN WALUMRANG KOTA MAUMERE] (2005)
  86. PERSEPSI MASYARAKAT SUKU BAJO TERHADAP MANFAAT PENDIDIKAN DI KAB BUTON [STUDI KASUS : DESA METANAUWE KEC. SIONPAPINA KAB. BUTON] (2009)
  87. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PILIHAN TEMPAT TINGGAL DI KABUPATEN LOMBOK BARAT [STUDI KASUS DI KOMPLEK PERUMAHAN KECAMATAN BATULAYAR] (2010)
  88. PERKEMBANGAN PERMUKIMAN KECAMATAN SIRIMAU (2010)
  89. PENGARUH POLA PENUTUP LAHAN TERHADAP DISTRIBUSI SPASIAL SUHU PERUMAHAN DARATAN [KASUS : PERKOTAAN YOGYAKARTA] (2011)
  90. POLA RUANG KRIMINALITAS KOTA (STUDI KASUS KOTA YOGYAKARTA) (2010)
  91. PERSEPSI STAKEHOLDERS TERHADAP PENERAPAN LAHAN PERTANIAN ABADI DI KAB. SLEMAN (2010)
Bagikan kepada teman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *