Contoh Skripsi Peternakan

By | January 21, 2013

Kami menyediakan Berbagai macam judul-judul Referensi baik Skripsi, Tesis Maupun Disertasi yang dapat anda gunakan untuk penyusunan tugas akhir anda baik skripsi, tesis atau disertasi. Dan “Kami menyedikan produk layanan konsultasi, Jasa pembuatan Skripsi, Tesis dan Disertasi serta Olah Data berbagai bidang. : Informasi lebih lanjut ( Konsultasi, Bimbingan & Jasa Pembuatan Skripsi, Tesis & Disertasi – Olah Data Hub Customer Services”

Contoh skripsi peternakan kode Y (HARDCOPY).


  1. STUDI TENTANG ANALISIS EKONOMI AYAM BURAS DENGAN SISTEM PEMELIHARAAN SEMI INTENSIF PADA KETINGGIAN TEMPAT YANG BERBEDA
  2. ANALISIS KEUNTUNGAN USAHA PETERNAKAN AYAM PEDAGING DI KEC. KARANGPLOSO KAB. MALANG (1996)
  3. PENGARUH TINGKAT PENAMBAHAN KLOR PROPOUNID DAN IMBANGAN ENERGI PROTEIN PAKAN TERHADAP KUALITAS KIMIA DAGING BROILER (1996)
  4. SUMBANGAN AYAM PEDAGING TERHADAP PENDAPATAN PETERNAK DI USAHA DAGING AYAM POULTRY SHOP MALANG (1996)
  5. ANALISIS EFISIENSI EKONOMI USAHA TERNAK AYAM PEDAGING DI PT. NUSANTARA UNGGAS JAYA POLA PIR KAB MALANG (1996)
  6. PENGARUH PENAMBAHAN RAGI TAPE DALAM RANSUM TERHADAP BERAT KARKAS , PROSENTASE KARKAS, BERAT LEMAK ABDOMINAL SERTA PROSENTASE LEMAK ABDOMINAL AYAM PEDAGING (1996)
  7. ANALISIS PERUBAHAN HARGA BIBIT DAN PAKAN TERHADAP PENAKARAN PRODUK AYAM PEDAGING DI KODYA MALANG (1996)
  8. PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TAPAK DARA (CATHARANZHUS ROSEUS) TERHADAP KONSUMSI PERTAMBAHAN BOBOT BADAN , KONVERSI DAN EFISIENSI PADA AYAM PEDAGING JANTAN STRAIN OP 707 (1996)
  9. PENGARUH TINGKAT PEMBERIAN ENZIM SELLULOSE PADA ISI RUMEN SAPI TERHADAP NILAI ENERGI METABOLIS SEMU TERKOREKSI NITROGEN (AMEN) AYAM PEDAGING DENGAN JENIS KELAMIN BERBEDA (1996)
  10. PENGARUH PENGGUNAAN BUNGKIL BIJI KAPUK DALAM KONSENTRAT TERHADAP TINGKAT PENERAPAN KALSIUM PADA RANSUM SAPI POTONG PERANAKAN ONGOLE (1996)
  11. PEMELIHARAAN BURUNG WALET (COLLOCALIA) DI DAERAH KEHUTANAN (STUDY FAKTOR LINGKUNGAN MIKRO DAN MAKRO YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI) DI KAB. DATI II BLORA JATENG (1996)
  12. PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG LIMBAH KATAK RANSUM TERHADAP EFISIENSI PAKAN DAN IOFC ( INCOME OVER FEED COST) PADA AYAM PETELUR PERIODE LAYER (1996)
  13. PENGARUH VARIETAS MURBEI (MORUS SP) TERHADAP DAYA TAHAN HIDUP ULAT SUTERA (BOMBAY MORI) PRODUKSI DAN KUALITAS KOKON (1996)
  14. PENGARUH SUHU LINGKUNGAN TERHADAP JUMLAH LEUKOSIT PADA KELINCI JANTAN (SRYG TOLOPUS SP) (1998)
  15. ANALISIS USAHA PETERNAKAN AYAM PETELUR DI KAB. SUMENEP ( 1996)
  16. HUBUNGAN ANTARA BOBOT LAHIR DENGAN BOBOT SAPIH DAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN (PBB) KAMBING PERANAKAN ETTAWA PADA JUMLAH KELAHIRAN BERBEDA UPT PEMBIBITAN KAMBING SUMBERREJO KAB KENDAL (1996)
  17. PENGARUH TINGKAT ENERGI DAN PROTEIN DALAM RANSUM TERHADAP BERAT DAN PROSENTASE KARKAS PADA AYAM LURIK PERIODE PERTUMBUHAN (1996)
  18. PRODUKTIVITAS FISIK USAHA TERNAK AYAM PEDAGING POLA PERUSAHAAN INTI RAKYAT (PIR) DI PT NUSANTARA UNGGAS JAYA KAB MALANG (1996)
  19. PENGARUH JARAK TANAM DAN VARIETAS JAGUNG TERHADAP PRODUKSI HIJAUAN PAKAN TERNAK (1996)
  20. PENGARUH PENGGUNAAN LARUTAN KAPUR DAN LAMA PENYIMPANAN SUHU KAMAR TERHADAP PH DAN KADAR AIR TELUR AYAM PETELUR (1996)
  21. PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG LIMBAH KATAK DALAM RANSUM TERHADAP ENERGI TERMETABOLIS PADA AYAM BROILER (1996)
  22. HUBUNGAN ANTARA BOBOT LAHIR DAN BOBOT SAPIH DENGAN BOBOT DEWASA DOMBA LOKAL PADA STATUS YANG BERBEDA DI UPT GARAHAN JEMBER (1996)
  23. ELASTISITAS PENAWARAN DAN PERMINTAAN AYAM PEDAGING DI KAB MALANG (1996)
  24. ANALISIS PERMINTAAN PAKAN JADI AYAM PEDAGING DI KEC. GONDANG LEGI KAB MALANG (1996)
  25. PENGARUH PENGGUNAAN SORGHUM DAN MERIONIN DALAM RANSUM TERHADAP EFISIENSI EKONOMI DAN IOFC PADA AYAM PEDAGING JANTAN (1996)
  26. HUBUNGAN ANTARA KEBUNTINGAN DAN JARAK KONSEPSI POST PARTUM DENGAN PRODUKSI SUSU SAPI PERAH PFH LAKTASI I, II, III, DI PT SST BATU MALANG (1996)
  27. PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TAPAK DARA (CATHARANTUS ROSEUS ) TERHADAP INCOME OVER FEED COST (IOFC) DAN RASIO EFISIENSI PROTEIN PADA AYAM PEDAGING STRAIN CP 707 (1996)
  28. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEUNTUNGAN PADA USAHA PETERNAKAN AYAM KEDU PUTIH DENGAN SISTEM PEMELIHARAAN INTENSIF (1996)
  29. PENGARUH PEMBERIAN TINGKAT ENERGI DAN PROTEIN PAKAN TERHADAP BERAT DAN PROSENTASE LEMAK ABDOMINAL PADA AYAM LURIK PERIODE PERTUMBUHAN (1996)
  30. PENGARUH PENGGUNAAN SRGHUM DAN METIONIN DALAM RANSUM TERHADAP KONSUMSI , EFISIENSI DAN KONVERSI PAKAN PADA AYAM PEDAGING JANTAN (1996)
  31. ELASTISITAS PERMINTAAN AYAM PEDAGING DI KODYA MALANG (1996)
  32. ELASTISITAS HARGA TERHADAP PERMINTAAN PAKAN DAN BIBIT AYAM PEDAGING DI KUD SARI BUMI KEC. BULULAWANG KAB. MALANG (1996)
  33. PRODUKTIVITAS PADA AYAM LURIK PADA PEMELIHARAAN INTENSIF DI KOTATIF BATU MALANG (1996)
  34. KEEMPUKAN DAN SUSUT MASAK DAGING PADA BERBAGAI JENIS AYAM (AYAM BANGKOK TURUNAN, AYAM KAMPUNG, AYAM LURIK, AYAM PERSILANGAN KAMPUN DENGAN AYAM LURIK) (1996)
  35. PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRAT DAN SUBSTITUSI AMPAS TEBU FERMENTATIF PADA JERAMI PADI AMONIASI TERHADAP KADAR KOLESTEROL DARAH DOMBA LOKAL JANTAN (1996)
  36. PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRAT DAN SUBSTITUSI AMPAS TEBU FERMENTATIF PADA PAKAN BASAL JERAMI PADI AMONIASI TERHADAP RETENTI NITROGEN DOMBA LOKAL JANTAN (1996)
  37. PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG LIMBAH KATAK DALAM RANSUM TERHADAP HEN DAY PRODUCTION DAN BERAT TELUR (1996)
  38. PENGARUH BERBAGAI LEVEL DAN LAMA PERENDAMAN DALAM EKSTRAK BUAH NANAS TERHADAP KADAR PROTEIN DAN KADAR AIR DAGING ITIK MOJOSARI BETINA AFKIR (1996)
  39. PENGARUH ATAS ENERGI DAN PROTEIN DALAM RANSUM TERHADAP PROTEIN YANG TERMETABOLIS DAN PROTEIN EFISIENSI RASIO (PER) PADA AYAM LURIK PERIODE PERTUMBUHAN (4 – 12 MINGGU) (1996)
  40. KORELASI ANTARA BOBOT BADAN DENGAN PRODUKSI TELUR DAN BERAT TELUR DENGAN PRODUKSI TELUR AYAM BURAS PADA SISTEM PEMELIHARAAN EKSTENSIF (1996)
  41. KETINGGIAN TEMPAT DAN PENAMBAHAN METHIONIM DALAM PAKAN TERHADAP ANGKA OVULASI PADA KELINCI ANGGORA (1996)
  42. PENGARUH TINGKAT ENERGI DAN PROTEIN PAKAN TERHADAP KADAR PROTEIN DAN DAYA IKAT AIR DAGING AYAM LURIK (1996)
  43. PENGARUH TINGKAT PEMBERIAN ENZIM SELULOSE PADA ISI RUMEN TERHADAP NILAI ENERGI METABOLISME SEJATI TERKOREKSI NITROGEN (TMEN) AYAM PEDAGING (1996)
  44. ANALISIS EFISIENSI EKONOMI PADA USAHA TANI TERNAK SAPI PERAH DI KUD DAU KEC. DAU KAB MALANG (1996)
  45. PENGARUH TINGKAT PENGGUNAAN TEPUNG UMBI JALAR (IPOMOEA BATATAS) DALAM RANSUM TERHADAP BERAT DAN PROSENTASE HATI DAN GINJAL AYAM PEDAGING JANTAN STRAIN LOGH MANN (1996)
  46. ANALISIS PENDAPATAN PETANI TERNAK AYAM PEDAGING DI KEC. PALANG KAB TUBAN (1996)
  47. PENGARUH JENIS TELUR AYAM BURAS TERHADAP RATIO VOLUME PUTIH KUNING DAN DAYA BUIH TELUR (1996)
  48. PENGARUH PEMBERIAN TINGKAT BUNGKIL BIJI KARET (HEVEA BRASILIENSIS) SULFUR PADA PAKAN TERHADAP KONSUMSI PBB DAN KONVERSI PAKAN AYAM PETELUR STRAIN LOGH MANN (1996)
  49. PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TAPAK DARA (CATHARANTHUS ROSEOUS) TERHADAP PROSENTASE DAN LEMAK ABDOMINAL) PADA AYAM PEDAGING STRAIN CP 707) (1996)
  50. PENGARUH TINGKAT PEMBERIAN ENERGI DAN PROTEIN PAKAN TERHADAP KEEMPUKAN (TENDERNESS) DAN SUSUT MARAL (COOKING LOSS) DAGING PADA AYAM LURIK JANTAN (1996)
  51. ANALISIS PENDAPATAN USAHA SAPI PERAH DI KUD DAU KEC. DAU KAB . MALANG (1996)
  52. EFISIENSI FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI USAHA TERNAK AYAM PEDAGING DI KEC KARANG PLOSO KAB MALANG (1996)
  53. PENGARUH SUBSTITUSI AMPAS TEBU FERMENTATIF DENGAN JERAMI PADI AMONIASI DAN PEMBERIAN LEVEL KONSENTRAT YANG BERBEDA TERHADAP KADAR PROTEIN DARAH DAN GLUKOSA DARAH DOMBA LOKAL JANTAN (1996)
  54. PENGARUH PEMBERIAN TEMULAWAK (CURCUMA XANTHORRIZHA) KERING DALAM RANSUM TERHADAP PENAMPILAN AYAM PEDAGING STRAIN BORMO (1996)
  55. PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG TEMU LAWAK (CURCUMA XANTHORRIZHA) DALAM RANSUM TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN DAN LEMAK DAGING AYAM PEDAGING STRAIN BROMO (1996)
  56. PENGARUH SUBSTITUSI JERAMI PADI AMONISASI DENGAN AMPAS TEBU FERMENTATIF DAN LEVEL PEMBERIAN KONSENTRAT YANG BERBEDA TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN INCOME OVER FEED COST (IOFC) DOMBA LOKAL JANTAN (1996)
  57. PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG LIMBAH KATAK DALAM RANSUM TERHADAP EFISIENSI RANSUM DAN IMBANGAN EFISIENSI RANSUM DAMN IMBANGAN EFISIENSI PROTEIN AYAM PEDAGING (1996)
  58. PENGARUH PENGGUNAAN ENZIM SELULOSE DAN UNGKIL BIJI KAPOK DALAM PAKAN TERHADAP KADAR KOLESTEROL DARAH AYAM PEDAGING JANTAN (1996)
  59. ANALISIS KEUNTUNGAN USAHA AYAM PEDAGING POLA KEMITRAAN DAN MANDIRI DI KEC. BUREN (1996)
  60. PENGARUH BUNGKIL BIJI KAPUK DAN ENZIM SELULOSE DALAM RANSUM TERHADAP KADAR ERITROSIT , HAEMOGLOBIN DAN GLUKOSA DARAH AYAM PEDAGING JANTAN? (1996)
  61. ANALISIS PERMINTAAN DAGING AYAM RAS PEDAGING DI KODYA MALANG (1996)
  62. PENGARUH PERENDAMAN LARUTAN KAPUR DAN LAMA SIMPAN TERHADAP INDEKS DAN KADAR PROTEIN KUNING TELUR (1996)
  63. PENGARUH BERBAGAI TINGKAT PENGGUNAAN TEPUNG UMBI JALAR (IPOMOEA BATATS) DALAM RANSUM TERHADAP EFISIENSI PAKAN DAN EFISIENSI PROTEIN AYAM PEDAGING JANTAN LOGHMANN (1996)
  64. ANALISA MARGIN PEMASARAN (MARKETING MARGIN) AYAM PEDAGING DI KODYA MALANG (1996)
  65. ANALISIS TINGKAT ADOPSI PETERNAK TERHADAP TATA LAKSANA PEMELIHARAAN SAPI PERAH LAKTASI DI KEC. GANDUSARI KAB. BLITAR (1996)
  66. PENGARUH TINGKAT PENGGUNAAN TEPUNG UMBI JALAR (IPOMOEA BATATAS) DALAM RANSUM TERHADAP DAN PROSENTASE KARKAS SERTA LEMAK ABDOMINAL AYAM PEDAGING JANTAN STRAIN LOGHMANN (1996)
  67. ANALISIS FAKTOR PRODUKSI PADA USAHA TERNAK SAPI PERAH DI KEC. MOJOAGUNG KAB JOMBANG (1996)
  68. USAHA PERBAIKAN KUALITAS GENETIK SAPI PERANAKAN FRIES HOLLAND MELALUI PENDUGAAN MIAI HERITABILITAS DAN PIPITABILITAS SIFAT PRODUKSI SUSU (1996)
  69. ANALISIS USAHA PETERNAKAN ITIK MOJOSARI DI KEC. MOJOSARI KAB MOJOKERTO (1996)
  70. PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG LIMBAH KATAK DALAM RANSUM TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN KONVERSI PAKAN AYAM PETELUR FASE LAYER (1996)
  71. PENGARUH TINGKAT PENAMBAHAN ENZIM SELULOSE TERHADAP DAYA CERNA SERAT KASAR DAN RETENSI ISI RUMEN SAPI DALAM RANSUM AYAM PEDAGING JANTAN (1996)
  72. PENGARUH PENGGUNAAN SORGHUM DAN MESIOSIM DALAM RANSUM TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN SERTA IMBANGAN DAGING TULANG PADA AYAM PEDAGING JANTAN (1996)
  73. PENGARUH TINGKAT PENGGUNAAN TEPUNG UMBI JALAR (IPOMOEA BATATAS) DALAM RANSUM TERHADAP KONSUMSI , PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN KONVERSI PAKAN AYAM PEDAGING JANTAN STRAIN LOGH MANN (1996)
  74. PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG LIMBAH KATAK DALAM RANSUM TERHADAP BERAT DAN PROSENTASE KARKAS SERTA LEMAK ABDOMINAL AYAM PEDAGING (1996)
  75. PENGARUH PEMBERIAN PUPUK PELENGKAP CAIR DALAM AIR MINUM TERHADAP BOBOT AKHIR PROSENTASE KARKAS DAN LEMAK ABDOMINAL AYAM PEDAGING STRAIN BROMO (1996)
  76. STUDI BERAT KARKAS , PROSENTASE KARKAS DAN PROSENTASE BAGIAN KARKAS PADA AYAM BANGKOK (TURUNAN), KAMPUNG, LURIK DAN PERSILANGAN ANTARA AYAM KAMPUNG DENGAN AYAM LURIK (1996)
  77. PENGARU PEMBERIAN KONSENTRAT DAN SUBSTITUSI AMPAS TEBU FERMENTATIF PADA JERAMI PADI AMONIASI TERHADAP PERTUMBUHAN DOMBA LOKAL JANTAN (1996)
  78. PENGARUH KETINGGIAN TEMPAT DAN PENAMBAHAN METIONIM TERHADAP SUHU REKTAL, FREKUENSI PERNAPASAN DAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN KELINCI ANGGORA LEPAS SAPIH (1996)
  79. PRODUKTIVITAS FISIK USAHA TERNAK AYAM PEDAGING DI KEC. KARANGPLOSO KAB MALANG (1996)
  80. PENGARUH PENAMBAHAN ZEOLIT DAN IMBANGAN NS TERHADAP KECERNAAN NUTRIEN RANSUM DOMBA (1996)
  81. PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK TAPAK DARA (CATHARANTUS ROSEOUS) TERHADAP BERAT VOLUME HATI DAN GINJAL PADA AYAM PEDAGING STRAIN CP 707 (1996)
  82. PENGARUH TINGKAT PEMBERIAN ENZIM SELULOSE PADA ISI RUMEN SAPI TERHADAP NILAI ENERGI METABOLIS SEMU (EMS) DAN DAYA CERNA SEMU BAHAN KERING AYAM PEDAGING JANTAN DAN BETINA (1996)
  83. PENGARUH PENAMBAHAN ENZIM SELULOSE PADA ISI RUMEN SAPI DALAM RANSUM TERHADAP DAYA METABOLIS AINE DAN AMEN AYAM PEDAGING JANTAN DAN BETINA (1996)
  84. ANALISIS PENDAPATAN USAHA TERNAK AYAM PEDAGING DI KEC. KARANGPLOSO KAB. MALANG (1996)
  85. PENGARUH SUBSTITUSI JERAMI PADI AMONIASI DENGAN AMPAS TEBU FERMENTATIF DAN LEVEL PEMBERIAN KONSENTRAT TERHADAP KECERNAAN IN VIVO BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK BOLA DOMBA LOKAL JANTAN (1996)
  86. PRODUKTIVITAS USAHA TERNAK AYAM PEDAGING DI USAHA DAGANG TAJAM POULTRY SHOP SINGOSARI KAB. MALANG (1996)
  87. PENGARUH TINGKAT PENAMBAHAN KLOR PROPANIOL DAN IMBANGAN ENERGI PROTEIN RANSUM TERHADAP DAYA CERNA LEMAK , SERAT KASAR DAN PROTEIN FERMENTABOLIS BROILER (1996)
  88. PENGARUH TINGKAT ENERGI DAN PROTEIN DALAM PAKAN TERHADAP PERBANDINGAN DAGING DENGAN TULANG KALKAS AYAM LURIK JANTAN (1997)
  89. TAKSIRAN KERUGIAN EKONOMI AKIBAT INFEKSI FASCIOLA GIGANTICA PADA SAPI DI RUMAH PEMOTONGAN HEWAN GADANG KODYA MALANG (1996)
  90. PENGARU PENGGUNAAN TEPUNG LIMBAH KATAK DALAM RANSUM TERHADAP ASPEK EKONOMI AYAM BROILER (1996)
  91. PENGARUH PENGGUNAAN SORGHUM DAN METIONIN DALAM RANSUM TERHADAP BERAT DAN VOLUME DARI HATI DAN GINJAL AYAM PEDAGING JANTAN STRAIN LOGH MANN (1996
  92. STUDI KELAYAKAN USAHA PENANGKAPAN IKAN TERI HASIL (STOLEPORUS SPP) DENGAN ALAT JARING JURUNG DI DESA JAIREJO KEC. LEKOK KAB. PASURUAN JATIM (1996)
  93. PENELITIAN KELAYAKAN ANALISIS COLD STORAGE (RENCANA EKSPANSI UNTUK MENINGKATKAN KEUNTUNGAN USAHA EKSPOR HASIL PERIKANAN ) PT. JAYA SEJATI USAHA DI SIDOARJO JATIM (1996)
  94. ANALISIS USAHA PEMBERIAN IKAN MAS (CYPRINUS CARPIO) DI DESA CANGGU KEC. PARE KAB KEDIRI (1994)
  95. HUBUNGAN ANTARA BERAT HIDUP DENGAN UKURAN BAGIAN ORGAN GENITAL PADA BERBAGAI KELOMPOK UMUR DOMBA LOKAL (1992)
  96. PERSYARATAN GIZI ANAK AYAM PETELUR DENGAN PENDEKATAN LEVEL PROTEIN 21% – 17% (KONVENSIONAL) 14% – 17% (STEP UP) DAN PEMBATASAN PAKAN PADA CARA KONVENSIONAL (1986)
  97. STUDI PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK HIPOFISA SAPI DAN ARAS BEDAK TERHADAP BEBERAPA PARAMETER PRODUKSI REPRODUKSI DAN KOMPOSISI KARKAS KAMBING KACANG BETINA LEPAS SAPIH (1988)
  98. PENGARUH PEMANFAATAN TEPUNG CANGKANG RANJUNGAN (NEPTUNUS PELAGICUS) SEBAGAI SUMBER Co DAN P DI DALAM RANSUM TERHADAP REFORMAN AYAM BROILER (1991)
  99. PENGARUH ARAS PROTEIN RANSUM TERHADAP KUALITAS KIMIA DAGING AYAM BURAS JANTAN UMUR 10 MINGGU (1995)
  100. ANALISIS MARGIN PEMASARAN TERNAK AYAM PEDAGING DALAM BERBAGAI SALURAN DISTRIBUSI YANG BERBEDA DI KAB. MALANG (1997)
  101. STUDI KANDUNGAN PROTEIN TELUR PADA AYAM KAMPUNG LURIK, KEDU, BANGKOK DAN PERSILANGAN (AYAM LURIK DAN AYAM RAS STRAIN BROMO) (1997)PENGARUH PENGGUNAAN KULIT BUAH COKLAT (THEOBROMA COCOA) DALAM RANSUM TERHADAP KONSUMSI ENERGI DAN KEENCERAN ENERGI PADA DOMBA LOKAL JANTAN (1997)
  102. PENGARUH BERAT TELUR TERHADAP DAYA TETAS , BERAT TETAS DAN DAYA HIDUP ITIK MANILA(CAIRINA MOSCHATA) UMUR 1 MINGGU (1997)
  103. ANALISIS ATAS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINKAT PENDAPATAN PADA USAHA PETERNAKAN AYAM PEDAGING DENGAN POLA MITRAAN DAN MANDIRI (STUDI KASUS DI UD JAJAM POULTRY SHOP SINGOSARI MALANG DAN PT NUSANTARA UNGGAS JAYA TUREN MALANG) (1997)
  104. PERANAN PETERNAKAN AYAM BURAS TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT (STUDI KASUS DI DESA SAWIJI KEC. JOGOROTO KAB. JORABANG) (1997)
  105. EVALUASI PROGRAM INPRES DESA TERTINGAL UNTUK USAHA TERNAK KAMBING DI KEC. BAU KAB MALANG (1997)
  106. PENGARUH TINGKAT PEMBERIAN BUNGKIL BIJI KARET (HAVEA BRASILIENSIS) DAN SULFUR DALAM PAKAN TERHADAP AME (APPEREN METABOLIZABLE ENERGY) DAN TME (TRUE METABOLIZABLE ENERGY) AYAM PETELUR STRAIN LOGHMANN (1997)
  107. PENGARUH TINGKAT PEMBERIAN ENERGI DAN PROTEIN PADA PAKAN TERHADAP AME (APPEREN METABOLIZABLE ENERGY) DAN TME (TRUE METABOLIZABLE ENERGY) PADA AYAM LURIK (1996)
  108. ANALISIS TINGKAT PENAWARAN DAN PERMINTAAN DAGING DOMBA DAN KAMBING DI JATIM (1998)
  109. IDENTIFIKASI PENGGUNAAN OBAT-OBATAN UNTUK SAPI PERAH DI BEBERAPA KOPERASI DI KAB MALANG (1997)
  110. PENGARUH TINGKAT KELEMBABAN DALAM MESIN TETAS TERHADAP DAYA TETAS DAN PROSENTASE ABNORMALITAS PUSAR PADA PENETASAN TELUR AYAM BURAS (1997)
  111. KANDUNGAN LEMAK KADAR AIR , PU DAN PROTEIN DAGING AYAM KAMPUNG, BANGKOK, DAN PERSILANGAN (1997)
  112. PENGARUH SUHU BANTING DAN PROSENTASE EKSTRAK NANAS (BROMELIA COMOSAL) SEBAGAI AGENSIA BANTING TERHADAP KEKUATAN FISIK KULIT SHANK AYAM (2001)
  113. PENGUKURAN AKTIVITAS PROTEOLITIK ENZIM HEWANI DAN NABATI UNTUK PROSES BANTING BULIK TERNAK(1995)
  114. PENGARUH PEMBERIAN PAKAN BASAL YANG BERBEDA DENGAN SUPLEMENTASI KONSENTRAT TERHADAP KOMPOSISI KIMIA OTOT BICEPS FEMOSIS SAPI PERANAKAN ONGOLE (2000)
  115. PENGARUH JENIS KELAMIN DAN BERAT POTONG TERHADAP KOMPOSISI KIMIA DAGING DOMBA LOKAL (1990)
  116. PENGGUNAAN BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM L) SEGAR DAN TEPUNG SEBAGAI PAKAN IMBUHAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP KONVERSI PAKAN, PERTUMBUHAN, DAN PROSENTASE KARKAS BROILER (2004)
  117. STUDI HASIL IN VITRO CAMPURAN TEPUNG LIMBAH UDANG DAN POLLARD SETELAH PEMERAMAN MENGGUNAKAN ISOLAT BAKTERI KHITINOLITHIK YANG DITUMBUHKAN PADA PH MEDIUM BERBEDA (2006)
  118. PENGGUNAAN ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT DARI KOTORAN PEDET SAPI PERAH YANG BARU LAHIR PADA FERMENTASI SUSU BUBUK KADALUARSA (2002)
  119. KETAHANAN MIKROBA SELULOTIK DAN CAMPURAN EKSTRAK RAYAP LARUTAN KOTORAN GAJAH DAN CAIRAN RUMEN KERBAU PADA KONDISI AEROB DENGAN PERLAKUAN WAKTU YANG BERBEDA (2006)
  120. PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG GAPLEK (DREAD CASSAVA MEAL) DALAM RANSUM TERHADAP KINERJA ITIK TEGAL JANTAN (2007)
  121. PENGARUH BERBAGAI MACAM TANAMAN SUMBER TANNIN DAN KONSENTRASI TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KEMULURAN KULIT KAMBING SAMAK NABATI (1995)
  122. PENGARUH PENGGUNAAN EKSTRAK NANAS SEBAGAI AGENSIA BATING PADA PENYAMAKAN KHROM NABATI TERHADAP KEKUATAN FISIK KULIT KAMBING (2000)
  123. PENGARUH PEMBERIAN FESES KENING AYAM BROILER SEBAGAI PENGGANTI BEKATUL DALAM RANSUM TERHADAP KINERJA AYAM BROILER UMUR 2-7 MINGGU (1994)
  124. PENGARUH SUBSTITUSI BEKATUL DENGAN KOTORAN AYAM KERING DALAM PAKAN TERHADAP PERFORMAN DAN PROSENTASE KARKAS BURUNG PUYUH (COTORNX COTURNIZ JAPONICA) JANTAN UMUR 3-8 MINGGU (1993)
  125. PENGGUNAAN SUSU KAMBING PERANAKAN ETTAWA (PE) SEBAGAI BAHAN DASAR PENGGANTI SUSU SAPI PADA PEMBUATAN ES KRIM (1999)
  126. PENGARUH ARAS TETAS DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS KIMIA DAGING (OTOT DADA) PUYUH JANTAN UMUR 7 MINGGU (1997)
  127. PENGARUH PERENDAMAN TELUR AYAM KONSUMSI DALAM SARI SABUT KELAPA (COCO NUCIFERA) TERHADAP LAMA PENYIMPANAN (1997)
  128. PENGARUH CARA PENGAWETAN DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KADAR PROTEIN DAN KEKUATAN FISIK KULIT KAKI AYAM (1997)
  129. LAMA PENYIMPANAN TELUR AYAM KONSUMSI PADA BERBAGAI PERBEDAAN KONSENTRASI SARI SABUT KELAPA (COCOS NUCIFERA) (1996)
  130. PENGARUH UMUR DAN MACAM OTOT SAPI PERANAKAN ONGOLE JANTAN TERHADAP KUALITAS FISIK DAGING DAN HUBUNGANNYA DENGAN KADAR KOLAGEN (1998)
  131. PENGARUH PEMBUNGKUSAN PLASTIK POLI PROFILENE TERHADAP KUALITAS DAN DAYA SIMPAN TELUR KONSUMSI (2000)
  132. PERBANDINGAN PENDAPATAN USAHA SAPI PERAH DENGAN SALAK PONDOH (STUDI KASUS DI DUSUN DALEMAN KEC. TURI SLEMAN YK) (2006)
  133. PENGARUH LEVEL PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN DAN PRODUKSI JERAMI JAGUNG MANU (ZEA MAYSSACHARATA) (2007)
  134. PENGARUH JENIS PUPUK ORGANIK DAN PENJARANGAN TERHADAP KECERNAAN IN VITRO HIJAUAN JAGUNG DI LAHAN PASIR PANTAI (2007)
  135. PENGARUH PENAMBAHAN STARTER ALAMI DAN GULA DALAM SUBSTRAT TERHADAP PRODUKSI GAS BIO (2006)
  136. PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG LIMBAH UDANG FERMENTASI DALAM RANSUM TERHADAP PERLEMAKAN AYAM BROILER (2008)
  137. PENGARUH WAKTU PEMBERIAN PAKAN TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DOMBA EKOR TIPIS JANTAN (2006)
  138. PENGARUH PENAMBAHAN MIKROBIA SELULOSA LITIK DARI CAIRAN RUMEN SAPI PADA FERMENTASI KULIT KOPI ROBUSTA (COFFEA CANEPHORA SP) TERHADAP PRODUKSI GAS SECARA IN VITRO) (2007)
  139. PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN A TERHADAP KONVERSI PAKAN , PENAMPILAN FISIK DAN PERTAMBAHAN BERAT BADAN BABI (2008)
  140. PEWARISAN DAN KERAGAMAN WARNA BULU KULIT SHANK DAN TIPE JENGGER PERSILANGAN PEJANTAN AYAM KAMPUNG DENGAN BETINA RAS PETELUR DAN PENDUGAAN GENOTIP TETUA (2007)
  141. PENGARUH PEMBERIAN LIMBAH KACANG HIJAU DAN KULIT KEDELAI TERHADAP STATUS FAAL DAUN PROFIL DARAH KAMBING BLIGON BETINA SAPIH (2007)
  142. PENGARUH PERBEDAAN BANGSA DAN JENIS KELAMIN TERHADAP PRODUKTIVITAS KELINCI (2008)
  143. ADOPSI INOVASI PETERNAKAN SAPI POTONG PADA SISTEM KANDANG KELOMPOK DI KEC. BERBAH KAB SLEMAN YK (2009)
  144. FAKTOR-FAKTOR DETERMINAN YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHA TERNAK AYAM BURAS SEMI INTENSIF PADA KELOMPOK TANI GUYUB RUKUN DESA SUMBER HADI KEC. MLATI KAB SLEMAN (2008)
  145. PENGARUH KARAGENAN SEBAGAI BAHAN PENGIKAT TERHADAP KUALITAS FISIK DAN SENSORIS BAKSO DAGING AYAM LAYER AFKIR (2009)
  146. PENGGUNAAN BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM L) SEGAR DAN TEPUNG SEBAGAI PAKAN IMBUHAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP KONVERSI PAKAN , PERTUMBUHAN DAN PROSENTASI KARKAS BROILER (2004)
  147. KONVERSI AFLATOKSIN B DALAM PAKAN KONSENTRAT MENJADI AFLATOKSIN M1 DALAM SUSU SAPI PERAH (2009)
  148. PENGARUH PENAMBAHAN ASAM AMINO DL METIONIN DALAM PAKAN TERHADAP KIMIA DARAH DAN KADAR PROTEIN DAGING AYAM BROILER YANG DIINDUKSI AFLATOKSIN B1 (2010)

 

Bagikan kepada teman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *